Sejarah Negeri Ihamahu berakar dari sebuah peristiwa penting pada tahun 1652, ketika Kerajaan Iha mengalami kekalahan setelah ditaklukkan oleh VOC. Peristiwa ini memaksa masyarakat Iha meninggalkan tanah asal mereka di Amaiha dan mencari tempat yang lebih aman untuk melanjutkan kehidupan. Di tengah kondisi tersebut, sebagian masyarakat memilih tetap bertahan di wilayah pesisir dan mulai membangun sebuah permukiman baru. Dengan menerima pengaruh VOC, termasuk memeluk agama Kristen, komunitas ini kemudian dikenal dengan nama Ihamahu, yang berarti “masyarakat Iha yang telah dibaptis”. Dari titik inilah, Negeri Ihamahu lahir sebagai simbol ketahanan, keberanian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Seiring waktu, Ihamahu berkembang menjadi negeri yang kokoh dengan identitas adat yang kuat. Berdiri di atas sisa wilayah Kerajaan Iha yang telah dibagi oleh VOC, masyarakat Ihamahu terus memperluas pertuanannya melalui berbagai upaya, termasuk pembelian tanah dari negeri-negeri sekitar. Ikatan persaudaraan tetap dijaga melalui hubungan gandong dengan negeri Iha serta negeri lain yang memiliki sejarah asal-usul yang sama. Tidak hanya itu, hubungan pela yang terjalin, khususnya dengan Amahai di Pulau Seram, menjadi bukti kuatnya nilai solidaritas dan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun. Hingga kini, sejarah tersebut tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi yang membentuk jati diri Negeri Ihamahu sebagai negeri yang menjunjung tinggi adat, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.